Minggu, 18 Agustus 2019
Home / Akademik / Ketua Pembina STIS NU Aceh, Kupas Sosok `Sesat dan Menyesatkan

Ketua Pembina STIS NU Aceh, Kupas Sosok `Sesat dan Menyesatkan

Banda Aceh | Muhammad Yakub Yahya – Dalam materi “Upaya Pencegahan Paham/ Aliran Sesat melalui Pendekatan Sosiologi dan Keagamaan”, Wakil KetuaMPU Aceh, Tgk H Faisal Ali, yang juga Pimpinan Mahyal Ulum Sibreh Suka Makmur, kupas dan diskusikan dengan peserta, ujud ‘aliran sesat’ dan sosok yang ‘menyesatkan’.
Memang subtema acara yang digelar Subbag Hukum dan KUB (Kerukunan Umat Beragama) Kanwil Kementerian Agama Aceh itu ialah, “Siapa yang Sesat dan Siapa yang Menyesatkan”.

“Ciri-ciri aliran sesat versi MPU Aceh, memang sampai 34 macam. Namun, ada ciri-ciri zhahir dalam aktifitas, yang bisa dinilai ‘dia’ beraliran sesat, menurut saya, termasuk ‘ia’ yang suka bilang orang lain: syirik,” ujar Lem Faisal (Tgk H Faisal Ali), Wakil Ketua MPU Aceh.

Lanjutnya, sesat juga jika ada kelompok yang anti situs bersejarah yang dilakukan oleh kalangan lain yang berbeda ‘paham’ dengannya (yang anti situs dan kepurbakalaan). Di Arab Saudi, dalam 10 tahun terakhir ada museum, sebelumnya belum ada, karena dianggap menyimpan dan memajang itu syirik, padahal untuk sejarah dan ziarah.

Katanya, ciri zhahir lain, misalnya, dengan menafikan kaum yang bermazhab. Bahkan ada yang menafikan ulama mazhab. Ada yang mengharamkan maulid. Jika dibilang: tak mau lakukan tradisi itu, itu tak mengapa. Tidak melakukan tradisi itu tak mengapa, tapi ‘ia’ ‘mengharamkannya’ itu, yang bikin dia bisa dinilai sesat: suka mengharamkan tradisi dan shalawat ini dan itu.
Juga, ada yang memadukan pengajian dengan perdukunan. Hakikatnya yang mengajar ngaji, yang ajarkan murid itu jin, bukan dia.
Pengajiannya eksklusif, di malam hari, tertutup misalnya. Ada tujuan tertentu mengajar tengah malam untuk memasukkan doktrin pada murid, yang tidak boleh didengar warga lain. Pakai lilin dan kuatir dicurigai, jika siang da terbuka, maka dajak ke gunung dan lahan sepi. Bahkna aneh, gurunya sesat (bahkan ada yang bilang tanah di sini, di Seulawah ini, sama dengan mulianya dengan tanah Arab, maka makanlah kamu tanah ini), tapi muridnya S12 UIN.

Juga, banyak sekali menyebut thaaghuut. Bahkan untuk pegawai pemerintah pun kadang disebut patuh pada ‘thaghuut’.
Yang lain, ciri sesat menurut Lem Faisal, dia lakapnya banyak, di mana ia mengaji ada nama aliasnya, abu fulan, abu fulen… Kenapa pakai samaran, jika bukan ada tujuan terselubung.

Menurut Tgk Faisal, penyebab marak aliran sesat, misalnya matinya pranata sosial gampong. Dulu jika ada tamu di sebuah gampong, semua tahu, dan mencurigakan. Sekarang pencuri ‘bebas’ shalat di sebuah kampung, tak ada yang peduli, saat kereta hilang, baru ribut.

Jalan keluarnya, ciptakan pranata, dan sediakan lahan bermain bagi anak muda di gampong, agar jangan asyik di kamar game. Undang dia ke masjid dan lingkungan masjid. Biar masjid ribut dengan anak-anak, daripada dia ke lokasi maksiat. Jika ada tetua yang tak khusyuk dengan shalat, bukan salah anak-anak, tapi shalatnya ‘si tua’ itu tak beres.

Peserta workshop se Aceh yang lumayan terwakili, dalam workshop di Grand Nanggroe, sukses dibuka Kakanwil Rabu sore (29/10), dibahani sejumlah materi, antara lain Kebijakan Pemerintah Aceh tentang KUB” bersama Kakanwil Kemenag Aceh Drs H Ibnu Sa’dan MPd; “Kondisi KUB di Aceh” bersama Kasubbag Hukum dan KUB H Juniazi Yahya MPd; dan “Peta Gerakan Paham yang Menyimpang/ Aliran yang Sesat” bersama H Sahlan Hanafiah MSi, dari UIN Ar-Raniry dan pakar resolusi konflik.

Materi hari kedua (Kamis, 30/10), “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah”, bersama DR H Fauzi Saleh Lc MA, yang kemungkinan diganti karena beliau sedang di Tunisia. Yang lainnya, ada “Mengetahui Lebih Dekat dengan Aliran Sesat”, bersama Teuku Azhar Ibrahim. [juniazi/fadhlan]

Check Also

11042009_10204180286727603_1922773416_n

STIS NU Aceh Terima Mahasiswa Baru (Perdana)

Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah Nadhlatul Ulama Aceh (STISNU) untuk tahun perdana menerima pendaftaran Mahasiswa baru …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *